Mungkin kalian berfikir, 'ah baru sekali naik gunung makanya update terus' 😊. Sudah lebih dr 20 thn hidup di kota yg bisa kapan aja pergi ke mal, makan makanan enak, dan dikelilingi update gaya hidup org kota. 2 bulan vakum dr sosmed + fokus tugas akhir. Sebagai manusia biasa tentunya jenuh, butuh hiburan. Pergi ke mal pun nafsu belanja/makan tidak ada semuanya 'flat' sampai akhirnya..memutuskan u merealisasikan keinginan berbulan2 lalu. "jawa itu negeri 1000 gunung, masa 1 pun blm pernah saya daki?".. Keinginan itu sempat ditentang oleh org terdekat saya, 'yakin?mau naik merbabu?yakin?yakin?siapkan fisik dll'. Dan akhirnya kesampaian juga, 1 hari sebelum berangkat saya sempat berfikir u membatalkan, saya gelisah..saya takut suhu dingin, saya takut hipotermia ketika diatas sana nanti. Saya takut wajah saya terbakar, dll.
Perjalanan dr jogja ke magelang lumayan juga, lumayan capek. Duduk dimotor selama kurang lebih 2 jam dg medan jalanan berpasir,meliuk2, dan banyak truk pengangkut pasir.
Sesampainya di basecamp pendakian jam 9 mlm. Akhirnya mulai mendaki pelan2 menuju pos 1. Disitu hal terberat buat saya, jantung berdebar kencang, wajah pucat. bibir membiru, berkeringat, dan ingin muntah. Pikiran saya sempat kosong dan cuma ingin pulang. Itu saja, namun saya diingitkan bahwa saat itu saya pasti bisa, berkali2 kawan dan pacar saya mengingatkan 'Nis, lihat bintangnya banyak, apalagi di atas nis' sudah tidak terhitung mereka menyemangati saya.
Disela2 capek saat mendaki, saya tidak ingin minum terlalu banyak dg alasan konyol, yakni takut buang air kecil di semak2 😀.
Akhirnya jam 2 pagi kami sampai di sabana 1. Dinginnya saat itu kalah oleh rasa penasaran memotret milkyway dan mata ini tidak bisa berhenti memandang keatas. Tangan ini sdh mati rasa krn dinginnya, tp melihat langit malam itu tidak bisa diungkapkan gembiranya. Cuma bisa bilang Subhanallah, tak ada satupun makhluk di alam ini yg mampu membuat pemandangan sebegitu indahnya kecuali Pemilik alam semesta ini.
Pagi harinya, bangun tidur saya melihat pemandangan yg indah sekali di mata saya. Mungkin belum seberapa dibanding gunung2 yg lain, tapi ini pertama kalinya saya bangun tidur dr kasur yg letaknya ada diatas awan, dg hamparan sabana, dan gn. merapi disebelahnya. Awalnya saya tidak berfikir untuk selfie atau foto, sejenak saya merenung dan bersyukur atas apa yg saya saksikan. Kemudian teman saya mengingatkan untuk mengambil gambar. Ketika disana hal yg paling saya rasakan adalah, lupa akan kehidupan riuh di kota, lupa akan tanggungan revisi tugas akhir, dan merenung sejenak apa yg patut kita sombongkan?uang?fashion terupdate?mkan makanan mewah?
Bagi saya, seteguk air ketika lelah adalah minuman ternikmat,dibandingkan greentea milkshake yg saya sukai itu.
Bagi saya, potongan semangka yg besar adalah makanan terenak untuk melepas lapar setelah turun gunung dibanding saya makan steak/sushi/dll.
Sudah sejak lama saya tidak terlalu suka semangka, ketika ibu saya memotong semangka saya cuma makan sedikit krn saya tidak suka, betapa tidak bersyukurnya saya saat itu.
Betapa biasanya saya gengsi dg barang2 yg saya pakai, sesuaikah dg kaidah fashion, wajah kucel dll. Tapi disana tidak ada yg peduli, kecantikan, akan rusak ketika tiba2 kamu terperosok ke jurang, ketika wajahmu terbakar panas diatas gunung, ketika udara dingin menghentikan aliran darahmu. Siapa yg akan tahu??
dan semoga masih ada kesempatan yg lain untuk mendaki gunung lainnya, untuk melihat bagaimana kecilnya kita dihadapan Sang Pencipta 🗻
No comments:
Post a Comment